October 19, 2008

syahdu



berikutnya kita lari
tapi kita tak hendak meyakini
bahwa hari terasa berat ’tuk dijalani

perasaan-perasaan yang terus membayang
seakan sibuk dalam degupnya yang demikian lembut

mengapa ’kau begitu jauh ...?

pertanyaan ini bukan tanpa alasan
saat kerinduan menghangat kalbu
sekejap terasa
’kau membawa syahdu
memecah api beku

tapi ..., tak pernah ’ku coba ’tuk menyatakannya
(kecuali saat ini ...?)

yogyakarta,
18 november / 21 desember 1998

: priyasakha

0 comments: