adakah duduk tak berkesudahan ?
kalau tidak, ia adalah rasa penat, rasa pegal, atau …
ia adalah rupa bejibun dari emas, gelang permata, dan
sejumlah bulu burung dari ikat kepala yang melingkung
ia akan dipakai dengan cara timber wolf memakainya
namun tanpa keteduhan sorot mata nan tajam
atau cangklong pipa yang menebari asap putih
tetapi ..., siapa yang peduli
sawit sari,
27 agustus / 2 oktober 2000
: timber wolf, nama khayalan seorang kepala suku indian
November 29, 2008
kursi
Posted by 4im at 10:36 AM
Labels: Indonesian Poems
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment