kediamanmu hari ini bawa perdu
tersenyum … surut terbeku
menyayat saat-saat berkeringat
dari dua pekat malam nan terlewat
tapi jangan biarkan nafasku satu-satu
sebab perlahan
... yang menikamku
di gersang asmaraloka
kerana awijja
... titik persenggamaan yang ’kau mau
aku hanya bayangkan
... percintaan kita
adakah lengah atau serkah
antara keterengahan setengah jengah
setangkup wajah memerah
risa ..., perjumpaan kita ?
sawit sari, 30 januari 2001
January 26, 2009
risa, … pertemuan kita ?
Posted by 4im at 9:00 AM
Labels: Indonesian Poems
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment